<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hari-hari Cinta</title>
	<atom:link href="http://amorningdew.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amorningdew.wordpress.com</link>
	<description>Ketika mencintaimu seperti hari esok tak akan tiba...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 16:42:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='amorningdew.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c531288767175296a10a1a0e1665cb21?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Hari-hari Cinta</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Seni Berhutang</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/12/seni-berhutang/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/12/seni-berhutang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 16:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/12/seni-berhutang/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dik, jangan lupa cek email ya. Tagihan dari Cit*bank udah masuk tuh&#8221;
&#8220;Iya, A&#8221;
&#8220;Sekalian dibayar aja, ntar telat lagi&#8221;
&#8220;Iya. Iyaa A&#8230;&#8221; aku memutar bola mata, menahan kesal. Begitu deh Aa kalau udah bawel. Nyuruhnya sampai berulang-ulang.
Tapi salahku juga sih. Ini gara-gara pernah sekali kelupaan bayar sampai kena denda, meskipun aku berkilah insiden itu terjadi karena lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1171&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:256px;height:204px;" height="203" alt="gold credit card by twisk" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/11/gold_credit_card_by_twisk.jpg?w=300&#038;h=203" width="300" align="left" />&#8220;Dik, jangan lupa cek email ya. Tagihan dari Cit*bank udah masuk tuh&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, A&#8221;</p>
<p>&#8220;Sekalian dibayar aja, ntar telat lagi&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya. Iyaa A&#8230;&#8221; aku memutar bola mata, menahan kesal. Begitu deh Aa kalau udah bawel. Nyuruhnya sampai berulang-ulang.</p>
<p>Tapi salahku juga sih. Ini gara-gara pernah sekali kelupaan bayar sampai kena denda, meskipun aku berkilah insiden itu terjadi karena lagi pas libur lebaran jadi banyak hal yang diurusin dan dipikirin.</p>
<p>Urusan bayar-membayar tagihan, setoran-setoran, transfer-transfer memang menjadi tugas bulananku.</p>
<p>Tagihan ini meliputi tagihan kartu kredit untuk belanja bulanan atau bengkel, tagihan easy pay untuk pembelian barang yang kami cicil selama setahun. Surat tagihan lain berasal dari provider untuk biaya telepon/akses internet dan tagihan asuransi.</p>
<p>Untuk urusan rumah secara rutin musti membayar tagihan listrik, air dan biaya pengelolaan, dan bulanan untuk asisten rumah tangga.</p>
<p><span id="more-1171"></span>
<p>Terakhir, namun yang paling utama adalah transfer untuk orang tua. Buat Pa &amp; Ma, buat Ayah dan Ibu.</p>
<p>Aku memiliki akses penuh pada ATM dan account internet banking milik Aa untuk melakukan semua tugas tersebut. Aku juga memiliki account internet banking sendiri yang terasa sangat mempermudah semua urusan keuangan. Sehingga sebenarnya tidak repot banget, hampir semua bisa dilakukan sambil duduk di depan komputer, tapi entah kenapa, aku nggak suka tugas ini. Rasanya beraaaat banget mau login ke klikbca dot com itu!</p>
<p>Melihat digit demi digit rontok pelan-pelan dari rekening Aa dan rekeningku, rasanya menyebalkan. Meskipun aku tau jelas itu kewajiban yang harus segera diselesaikan.</p>
<p>Tapi hari ini sedikit berbeda. Setelah membuka email tagihan aku langsung bersemangat menyelesaikan pembayarannya.</p>
<p>He he he. Gimana nggak senang, nggak terasa ini cicilan terakhir yang harus dibayar. Yuhuuii&#8230; Satu tagihan berkurang.</p>
<p>***</p>
<p>Aku dan Aa sebenarnya tidak suka berhutang. Tapi dengan adanya kartu kredit, kata &#8220;berhutang&#8221; kedengaran lebih elegan. Apalagi dengan segala iming-iming dan fasilitasnya. Jaman sekarang makin banyak berhutang ke bank semakin dimanjakan, kalau nggak hati-hati bakal terlena dan terjerat pesona hutang beracun.</p>
<p>Aa selalu mengajarkan untuk langsung melunasi seluruh tagihan kartu kredit. Kata Aa, &#8220;Haram&#8221; hukumnya membayar dengan sejumlah pembayaran minimum. Kartu kredit hanya digunakan untuk memudahkan  dan memberi jeda untuk mengatur keuangan.</p>
<p>Sedangkan pilihan mencicil perlengkapan rumah semata-mata agar beban pembayarannya tidak terasa, karena siapa tau dalam suatu waktu ada kebutuhan yang mendadak.</p>
<p>Memiliki &#8216;hutang&#8217; atau cicilan ternyata memicu kita untuk berhemat, mengingat masih ada tanggungjawab yang harus diselesaikan.</p>
<p>Alhamdulillah, walau tidak mewah semua perlengkapan dan kebutuhan rumah tangga sudah tercukupi dengan baik. Rasanya dalam waktu dekat bisa terbebas dari urusan cicilan.</p>
<p>Tapi, ehemm&#8230;kayanya bisa gantian nyicil blackberry nih! Ha ha ha ha&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1171&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/12/seni-berhutang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/11/gold_credit_card_by_twisk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gold credit card by twisk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari, Kuantar Kau Ke Alam Mimpi</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/05/mari-kuantar-kau-ke-alam-mimpi/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/05/mari-kuantar-kau-ke-alam-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 15:34:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beautiful Days]]></category>
		<category><![CDATA[Blue]]></category>
		<category><![CDATA[Episode Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/05/mari-kuantar-kau-ke-alam-mimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini aa pulang dengan wajah dan tubuh bagai tanaman yang tidak tersentuh air selama seminggu.
Cepat-cepat kusambut tas kerja dan paper bag yang berisi kotak makan yang kusiapkan tadi pagi.
&#8220;Capek banget, dik,&#8221; bisiknya lemah.
Aku aku mengangguk dan tersenyum berempati. Tanpa banyak bicara, aku meraih bahu Aa dan langsung membuka satu demi satu kancing bajunya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1169&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:259px;height:260px;" height="240" alt="dream on by Orzz" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/11/dream_on_by_orzz.jpg?w=240&#038;h=240" width="240" align="right" />Malam ini aa pulang dengan wajah dan tubuh bagai tanaman yang tidak tersentuh air selama seminggu.</p>
<p>Cepat-cepat kusambut tas kerja dan paper bag yang berisi kotak makan yang kusiapkan tadi pagi.</p>
<p>&#8220;Capek banget, dik,&#8221; bisiknya lemah.</p>
<p>Aku aku mengangguk dan tersenyum berempati. Tanpa banyak bicara, aku meraih bahu Aa dan langsung membuka satu demi satu kancing bajunya dengan mata yang tidak lepas dari wajahnya.</p>
<p>Aa menarik napas lega begitu tubuhnya terlepas dari pakaian formil yang membungkusnya seharian dan berganti dengan kaos longgar.</p>
<p>&#8220;Mau dipijitin, say?&#8221; aku menawarkan.</p>
<p>Aa memejamkan matanya, tampak berat sekali untuk membiarkan mata itu terbuka. Mungkin bukan mengantuk, bisa jadi ingin mengenyahkan banyangan beban pekerjaan yang dihadapi.</p>
<p>Aku berharap Aa menerima tawaranku. Aku selalu percaya, sentuhan dan pijatan penuh kasih mampu menjadi obat penawar segala masalah.</p>
<p>&#8220;Nggak, dik,&#8221; jawab aa mengejutkanku. Tidak biasanya ia menolak untuk dipijat. &#8220;Eh, nanti aja ya&#8221; ralatnya cepat. &#8220;Aa pengen makan dulu.&#8221;</p>
<p><span id="more-1169"></span>
<p>&#8220;Oke, kalau gitu mau adik kupasin mangga?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mau&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Aa menghempaskan tubuhnya bersandar menghisap rokoknya dengan nikmat. Sambil menceritakan urusan kantor dan pimpinan yang membuat ia merasa tertekan.  Aku duduk di hadapannya, menjadi pendengar yang baik. Tapi aku merasa belum semua mampu ia ungkapkan, masih ada hal-hal yang mengganjal.</p>
<p>&#8220;Boleh kupeluk?&#8221; tanyaku.</p>
<p>Diluar dugaanku Aa menggeleng lemah. &#8220;Jangan dulu, dik&#8221;</p>
<p>Kuusap pahanya mengalirkan pengertian. Tangan aa menahan tanganku, sambil menggeleng menunjukkan penolakan, tubuhnya mungkin juga terasa tidak enak.</p>
<p>Aku kini mengerti. Aa butuh ketenangan. Ia butuh ruang. Sendiri.</p>
<p>Setelah menambah air putih di gelasnya, aku mundur kembali ke meja. Meneruskan berkutat di depan laptop yang sebelumnya tersela karena menyambut aa pulang kerja.</p>
<p>Beberapa lama kemudian aa beranjak, naik ke atas bed. Tanpa berkata apa-apa. Mungkin ini saatnya menawarkan kembali.</p>
<p>&#8220;Ning pijit ya A&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, mau. Tapi kakinya aja&#8221;</p>
<p>Aku melonjak semangat. Menyambar minyak kayu putih di kotak obat dan melompat ke atas bed, duduk di sisi aa lalu mulai memijat kaki Aa.</p>
<p>Mulai dari dengkul, turun ke sisi luar tulang kering. Memberikan tekanan dan pijatan melingkar. Aa mulai melenguh, menikmati sensasi nyaman. Aku tahu sekali, aa sangat menyukai pijatan di kaki. Tidak lama ia mulai menguap dan mengantuk.</p>
<p>Tekananku beralih pada sisi tumit tepat dibawah mata kaki. Tidak berlama-lama di sana lalu pindah ke telapak kaki, sebagai titik puncak kenikmatan pijatan kaki.</p>
<p>Aa sudah berhenti menguap, berganti deru napas yang teratur pertanda  telah melayang berganti dimensi. Terimakasih Tuhan, pijatanku berhasil menerbangkan aa ke tempat di mana tidak ada satu orang pun dan tidak ada satupun hal yang mampu menekannya.</p>
<p>Aku menunduk, mengecup punggung tangannya yang diletakkan di atas perut. Napasnya semakin menderu. Semakin lelap. Semakin jauh terbang ke alam mimpi.</p>
<p>Karena merasa tugasku sudah selesai, aku merangkak turun dari bed pelan-pelan, agar tidak sampai mengganggu Aa. Aku mengambil remote tv, mengikuti sidang komisi III DPR-RI dengan Kapolri yang tengah berlangsung seru.</p>
<p>***</p>
<p>Entah berapa lama aa tidur dengan nyenak, sementara aku asik mengikuti jalannya sidang. Sebenarnya kurang seru, sih. Nggak ada teman ngobrol. Nggak tau mau numpahin ocehan pada siapa, sementara aku sudah geregetan ingin mencela anggota DPR yang  ngomongnya pake ngotot dan mengabaikan arahan pimpinan. Meskipun mereka penyambung lidah rakyat tapi yang jelas tampak hari ini adalah suara pribadi yang egosentris, ingin didengar tapi tak ingin mendengar.</p>
<p>Tiba-tiba Aa terbangun, menggerakkan seluruh badannya. Aku terus memperhatikan Aa dan kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya, entah mengigau atau tidak.</p>
<p><strong>&#8220;Dik, Kaki satunya belum dipijit&#8230;&#8221;</strong></p>
<p>Ha ha ha haaa&#8230; Gubrakss deh!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1169&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/11/05/mari-kuantar-kau-ke-alam-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/11/dream_on_by_orzz.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dream on by Orzz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>No Words</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/no-words/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/no-words/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 17:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[Blue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/no-words/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata, membaca tulisan kita di pajang dan diapresiasi oleh orang lain rasanya gimanaaa gitu .
Aku merasakan hal ini ketika menemukan tautan dari sini : http://miumiupapaw.blogspot.com/2009/08/no-words.html
Butuh waktu beberapa detik untuk membaca beberapa paragraf hingga akhir agar sepenuhnya menyadari bahwa tulisan dikutip dari blogku.
Rasanya seperti memiliki sepot bunga mawar yang sedang mekar indah di tepi halaman, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1159&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img height="216" alt="green" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/10/green-1.jpg?w=315&#038;h=216" width="315" align="left" />Ternyata, membaca tulisan kita di pajang dan diapresiasi oleh orang lain rasanya <em>gimanaaa gitu</em> .</p>
<p>Aku merasakan hal ini ketika menemukan tautan dari sini : <a href="http://miumiupapaw.blogspot.com/2009/08/no-words.html">http://miumiupapaw.blogspot.com/2009/08/no-words.html</a></p>
<p>Butuh waktu beberapa detik untuk membaca beberapa paragraf hingga akhir agar sepenuhnya menyadari bahwa tulisan dikutip dari blogku.</p>
<p>Rasanya seperti memiliki sepot bunga mawar yang sedang mekar indah di tepi halaman, karena setiap hati terlihat, semuanya menjadi terlihat biasa lalu terabaikan begitu saja. Baru ketika setangkai mawar tersebut dipetik oleh orang lain dan diletakkan di jambangan pada tempat yang lebih tinggi, bunga mawar tersebut tampak lebih indah dan memesona.</p>
<p>***</p>
<p><strong>Nyun.yuni</strong> : <em>&#8220;Kudos to both of them. for all the love they shared. for all the words written in their blog. for their attempts in facing the world together as a solid couple. i shed my tears after reading it. *fiuhh..fiuh..berusaha tenang* yep reading their blog brings some uneasy and mixed feelings to me*&#8221;</em></p>
<p><em><strong>Terima kasih, Yuni&#8230;</strong></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1159&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/no-words/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/10/green-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">green</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Run</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/run/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/run/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 17:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beautiful Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/run/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kamu terus berlari, dan terus berlari, tidak ada jeda untuk mengingat rasa bernama lelah. 
Namun, ketika kamu berhenti, sesaat saja, maka butuh waktu yang lebih panjang untuk melupakan rasa lelah itu, sementara tujuan terasa semakin jauh di sana.
Harusnya aku tidak boleh berhenti&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1164&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:183px;height:268px;" height="348" alt="Run Belka Run by dargeg" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/10/run_belka_run_by_dargeg.jpg?w=240&#038;h=348" width="240" align="right" />Ketika kamu terus berlari, dan terus berlari, tidak ada jeda untuk mengingat rasa bernama lelah. </p>
<p>Namun, ketika kamu berhenti, sesaat saja, maka butuh waktu yang lebih panjang untuk melupakan rasa lelah itu, sementara tujuan terasa semakin jauh di sana.</p>
<p><em>Harusnya aku tidak boleh berhenti&#8230;</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1164&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/run/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/10/run_belka_run_by_dargeg.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Run Belka Run by dargeg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>September : Black Out!</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/september-black-out/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/september-black-out/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 17:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/september-black-out/</guid>
		<description><![CDATA[
Dan, September pun berlalu tanpa sebaris kata.
Gelap.
Hening.
Diam.
 Huruf demi huruf hanya berpendar lemah di dalam kepala, lalu lenyap ditelan sorot yang lebih tajam.
Mungkin terlalu sering aku redup. Hingga pada satu titik, tidak mampu menandandingi kegelapan itu.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1162&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img height="225" alt="Black Out by liquidkid1" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/10/black_out_by_liquidkid1.jpg?w=225&#038;h=225" width="225" /></p>
<p align="center">Dan, September pun berlalu tanpa sebaris kata.</p>
<p align="center">Gelap.</p>
<p align="center">Hening.</p>
<p align="center">Diam.</p>
<p align="center"> Huruf demi huruf hanya berpendar lemah di dalam kepala, lalu lenyap ditelan sorot yang lebih tajam.</p>
<p align="center">Mungkin terlalu sering aku redup. Hingga pada satu titik, tidak mampu menandandingi kegelapan itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1162&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/10/01/september-black-out/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/10/black_out_by_liquidkid1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Black Out by liquidkid1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kecemasan Dari Masa Lalu</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/24/kecemasan-dari-masa-lalu/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/24/kecemasan-dari-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 05:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beautiful Days]]></category>
		<category><![CDATA[Inikah cinta?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/24/kecemasan-dari-masa-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku dan Aa sedang asik dengan kesenangan masing-masing, Aa menonton TV dan aku menjelajahi blog yang belakangan semakin jarang aku sentuh.
Tiba-tiba keasikan kami pecah oleh lengkingan  ringtone yang mengalun dari HP Aa. Aa mengangkat HP-nya dari atas meja, biasanya Aa langsung menekan tombol untuk menerima panggilan, tapi kali ini aa membiarkan dering itu terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1157&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:192px;height:218px;" height="259" alt="The Tree by fudexdesign" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/08/the_tree_by_fudexdesign.jpg?w=225&#038;h=259" width="225" align="right" />Aku dan Aa sedang asik dengan kesenangan masing-masing, Aa menonton TV dan aku menjelajahi blog yang belakangan semakin jarang aku sentuh.</p>
<p>Tiba-tiba keasikan kami pecah oleh lengkingan  ringtone yang mengalun dari HP Aa. Aa mengangkat HP-nya dari atas meja, biasanya Aa langsung menekan tombol untuk menerima panggilan, tapi kali ini aa membiarkan dering itu terus mengalun setelah mengecek nama penelepon. Malah meletakkan kembali HP di atas meja. Kok aneh.</p>
<p>&#8220;Siapa A?&#8221; tanyaku, sambil berusaha untuk mencari tau siapa gerangan si penelepon yang diabaikan tersebut.</p>
<p>&#8220;Nggak usah diangkat, dik&#8221; larang Aa.</p>
<p>&#8220;Boleh adik lihat?&#8221; Tanyaku melirik Hpnya. Aa mengangguk.<br />
1 Panggilan tak terjawab: Eli</p>
<p>Aku berusaha keras mengingat-ingat nama itu,  tapi tidak menemukan informasi yang cukup. Siapa ya?. Tapi Aa juga sepertinya tidak ingin ngobrol tentang telepon  itu. Hingga akhirnya kami kembali pada keasikan semula.</p>
<p>Tiba-tiba ada bunyi SMS. Tebakanku kemungkinan besar sms dari si pelenelopn barusan. Melihat gelagat Aa yang tampaknya akan mengabaikan SMS tersebut, aku langsung menawarkan diri. &#8220;A, boleh adik baca sms-nya ya?&#8221; </p>
<p>Aa mengangguk, &#8220;Buka aja dik.&#8221;</p>
<p>Aku setengah melompat menyambar HP aa, saking penasarannya. Kecemasan</p>
<p><span id="more-1157"></span>
<p><em>Halo sayang apakabarmu. Masih sendiri sayang?</em></p>
<p>Aku menelan ludah, melirik ekspresi Aa saat kubacakan sms tersebut dengan suara keras. &#8220;Nggak usah di balas, dik.&#8221;</p>
<p>Beberapa detik setelah aku meletakkan kembali HP Aa di atas meja, sms kembali masuk. Karena sudah mendapat ijin dari Aa sebelumnya, aku langsung membuka sms tersebut.</p>
<p><em>Sayang kalau aku ke jakarta kita bisa ketemu sayang?</em></p>
<p>Kali ini aku cekikikan. Lucu aja. Usah nulis sayang-sayang sampai dower begitu, eh dikacangin. Aa masih tetap pasang tampang cuek dan nggak peduli.</p>
<p>&#8220;Palingan dia lagi mabok tuh dik. Biarin aja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia siapa sih A?&#8221; akhirnya aku tidak tahan menyimpan pertanyaan ini.</p>
<p>&#8220;Dia sepupunya Mbak Tri, sahabatnya Mbak Kin.&#8221; jawab Aa, singkat. </p>
<p>Ow&#8230; Mbak Tri, aku kenal. <a href="http://amorningdew.wordpress.com/2007/11/30/perempuan-dari-masa-lalu/">Mbak Kin </a> apalagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  tapi yang namanya tertera no layar HP aku kok belum tau ya, biasanya sih Aa cerita. Apa mungkin aku yang lupa? Tapi sekuat apapun aku mengingat-ingat, semuanya masih terasa abu-abu. Siapa orang ini? Ada apa dengan dia? Mengapa dia tiba-tiba mengirimkan sms seperti ini. Mungkinkah benar seperti yang Aa bilang, dia sedang mabok?</p>
<p>Sampai akhirnya aa mengajakku naik ke tempat tidur aku tidak mendapatkan cerita apa-apa.</p>
<p>Hingga keesokan malamnya.</p>
<p>&#8220;Ingat nggak dik, kayanya sih dulu Aa pernah cerita kok tentang Eli itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak tuh a, tapi nggak tau deh apa adik lupa atau gimana.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lupa juga nggak papa. Nggak penting ini.&#8221;</p>
<p>Aku berpikir bagaimana caranya memancing aa agar menceritakan kembali. Aku sampai merasa perlu ngubek-ubek arsip tulisan, mencari nama Eli. Tidak mungkin rasanya oknum se(nggak)penting ini lolos dari tulisanku, andai aa memang pernah menceritakannya.</p>
<p>&#8220;A, emang dia suka mabok ya?&#8221; pancingku.</p>
<p>&#8220;Oh..iya dik. Maboknya sih mabok bir&#8221;</p>
<p>&#8220;Oooh. Kok Aa bisa tau?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dulu pernah dia itu pelarian Aa.&#8221; Keningku berkerut, tidak mengerti dengan maksud ucapan Aa.</p>
<p>&#8220;Pelarian gimana A?&#8221; Aku menggeser posisi duduk. Tampaknya mulai serius nih.</p>
<p>&#8220;Dulu, waktu itu mbak Kin lagi di Jakarta, tapi ada saja alasannya untuk menolak Aa ajak jalan. Kebetulan mbak Kin datang satu rombongan dengan Eli yang juga sepupu mba Tri.</p>
<p>Jadi malam itu, udah hampir tengah malam, saat aa mau pulang dia nyegat Aa. Dia nanya, pulangnya kemana. Aa bilang mau ke daerah anu. Trus dia bilang kalau begitu aku ikut sampai ke depan aja, mau beli minuman.</p>
<p>Sampai di depan toko bukannya turun, dia malah nanya, kamu mau ngak ngajak aku jalan-jalan muter-muter Jakarta. Kebetulan, lagi bete. Aa terima tawarannya. Jadilah malam itu kami mutar-mutar sampai lewat tengah malam. Karena sudah kemalaman dan nggak enak kalau pulang ke rumah mba Tri, akhirnya Aa nawarin dia untuk tidur di rumah karena ada kamar kosong. Sebelum pulang dia minta dibeliin bir katanya supaya bisa tidur. Aa beliin tuh lima kaleng.</p>
<p>Sampai di rumah dia mulai minum sambil ngoceh.</p>
<p>&#8220;Aa ngga minum? Nggak ikutan mabok?&#8221; aku menyela ceritanya.</p>
<p>&#8220;Cuma minum sedikit.</p>
<p>&#8220;Trus dia ngoceh apaan?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia cerita tentang keluarganya yang berantakan, ya tentang pekerjaannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Emang kerjanya apa?&#8221;</p>
<p>&#8220;PNS.&#8221;</p>
<p>Aku mengangguk. &#8220;Terus?&#8221;</p>
<p>&#8220;Setelah capek ngoceh dan udah mabok, dia langsung tidur sampai siang. Siangnya setelah bangun, aa suruh dia pulang sendiri. Aa panggilin taksi. Itu yang pertama dan terakhir aa ketemu dia, sampai sekarang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Dia tau no HP Aa dari mana?&#8221;</p>
<p>&#8220;No HP? Itu mah gampang. Hampir semua keluarga mbak Tri dan mbak Kin tau no HP Aa. Setelah pulang dia pernah telepon, sms juga tapi ya cuma begitu-begitu aja. Beberapa kali pernah juga ngobrol lewat telepon, tapi udah lama banget. Kalau obrolannya ngaco paling dia lagi mabok. Tapi namanya nggak punya temen waktu itu, ya dijabanin aja.&#8221;</p>
<p>Aku mengangguk-angguk, sambil merapatkan tubuhku ke sisi Aa.</p>
<p>Tidak ada alasan untuk tidak mempercayai cerita aa. Cerita-cerita masa lalu bersliweran diantara kisah perjalanan kami, dan mungkin akan terus muncul sewaktu-waktu di masa yang akan datang.</p>
<p>Kaget dan penasaran jelas iya. Karena cerita-cerita itu muncul satu-persatu, muncul tak terduga. Kadang mencengangkan. Tapi aku rasa, itu selingan yang membuat kisah hidup kami tidak sedatar jalan tol, ada tikungan-tikungan yang harus kami waspadai agar tidak tergelincir.</p>
<p>Aku menyandarkan kepalaku ke bahu Aa. Semuanya sudah jelas. Kelihatan sekali Aa tidak begitu nyaman kembali mengingat-ingatnya.</p>
<p>&#8220;Eh iya, Aa pernah mabok nggak?&#8221; Tanyaku dengan nada bercanda. Mencoba mengajak Aa mengalihkan topik pembicaraan.</p>
<p>&#8220;Minum pernah. Tapi mabok, nggak pernah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aa nggak suka bila kehilangan kontrol diri, nggak suka kehilangan kesadaran.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aa&#8230;,&#8221;</p>
<p>&#8220;Hmm?&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa sih rasanya bir?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ha ha ha ha&#8230; jangan ngaco ah. Jangan macam-macam ya. Sana, minum pulpy (Minute Maid Pulpy Orange) aja!&#8221;</p>
<p>Aku tertawa, menghindari tangan Aa yang hendak mengacak-acak rambutku.</p>
<p>Satu demi satu kecemasan gugur seperti dedaunan tua dimakan usia. Dan tunas harapan menggantikannya, bertumbuh besar seperti cinta yang teduh menanungi kami.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1157&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/24/kecemasan-dari-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/08/the_tree_by_fudexdesign.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Tree by fudexdesign</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Yang Membuatmu Cantik</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/19/cinta-yang-membuatmu-cantik/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/19/cinta-yang-membuatmu-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 06:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inikah cinta?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/19/cinta-yang-membuatmu-cantik/</guid>
		<description><![CDATA[ Kemarin aku menata ulang file-file yang ada di laptop. Beberapa foto-foto jaman baheula yang tersimpan di CD kupindahkan ke komputer.
Iseng-iseng, aku membuka sebuah folder yang isinya foto-foto jadul. Sebenernya nggak jadul-jadul amat, ya sekitar 5 tahun yang lalu, tapi melihat deretan foto tersebut sontak membuat tawaku meledak.
Ha ha ha&#8230;. Ya ampunn&#8230;!
Aku menatap foto Aa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1155&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:184px;height:247px;" height="332" alt="Butterfly Queen by ProdigyBombay" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/08/butterfly_queen_by_prodigybombay.jpg?w=225&#038;h=332" width="225" align="left" /> Kemarin aku menata ulang file-file yang ada di laptop. Beberapa foto-foto jaman baheula yang tersimpan di CD kupindahkan ke komputer.</p>
<p>Iseng-iseng, aku membuka sebuah folder yang isinya foto-foto jadul. Sebenernya nggak jadul-jadul amat, ya sekitar 5 tahun yang lalu, tapi melihat deretan foto tersebut sontak membuat tawaku meledak.</p>
<p>Ha ha ha&#8230;. Ya ampunn&#8230;!</p>
<p>Aku menatap foto Aa. Potongan rambutnya kok mirip-mirip anggota The Cangcuters ya? Ha ha ha. Rambut lurus dipotong bulat mengikuti wajahnya yang bundar. Tubuhnya dibalut kaos oblong dengan bawahan celana kargo. Sandal Carvil yang yang dibakainya tebal dan nggak ada model sama sekali!</p>
<p>Aa dan apa yang dia kenakan dari ujung rambut sampai ujung kaki hampir nggak ada yang menarik sama-sekali. Dia bukan orang yang akan aku lirik saat berpapasan di tengah jalan. Bukan juga orang yang akan membuatku curi-curi pandang menatapnya dari kejauhan. Astagaa&#8230; Aku pasti lagi sakit mata waktu itu! Pasti lagi belek&#8217;an! kok bisa-bisanya suka sama Aa, eh nggak sekedar suka, jatuh cinta pula! Sekrup otakku pasti lagi nggak beres!</p>
<p>Setelah puas memandangi poto Aa (dan mencibirinya dalam hati), pandanganku tertumbuk pada foto seorang perempuan.</p>
<p>Aih, ini lebih mengerikan. Kenapa juga foto &#8220;wajah-wajah eksotis&#8221; ini ada di dalam folder Aa ya?!</p>
<p><span id="more-1155"></span>
<p>Perempuan itu mengenakan atasan berwarna biru langit dengan aksen bordiran bunga di ujung bawah kemejanya. Bawahannya celana kulot hitam, dan selop karet tak bermerek. Padanan pakaian yang akan mendapat kutukan dari para pengamat fashion!</p>
<p>Tubuhnya cungkring, pendek dan agak kurus. Kurusnya bukan karena memang menjaga body agar tetap dalam timbangan ideal, sama sekali bukan. Dari raut wajahnya dan postur tubuhnya orang akan menyimpulkan perempuan itu kurang sering makan nasi dengan lauk pauk normal, tapi malah lebih sering makan hati. Rambutnya sebahu, dikucir dengan karet seadanya.</p>
<p>Kulitnya coklat, nyaris gelap seperti terlalu sering tersengat matahari jalanan (bukan matahari pantai Bali yang eksotis). Dengan kamera secanggih apapun akan sulit mendapatkan gambar yang menarik dari perempuan dengan kulit wajah berminyak itu.</p>
<p>Bila aku seorang lelaki, perempuan jenis itu adalah perempuan yang bila berpapasan, aku akan pura-pura nggak lihat. Dari pada dikira ada affair sama pembantu tetangga sebelah! Dan siapa saja orang yang jadian dengannya, pasti sedang sakit mata serta ada sekrup otaknya yang lepas (minimal lima)!.</p>
<p>Tapi, eh&#8230;siapa dia?</p>
<p>Kok kalau dicermati, aku cukup familiar dengan wajah itu. Nyaris mirip dengan wajah yang sering aku lihat di <del>layar</del> kaca, saat berdandan pagi-pagi!!</p>
<p>Oh tidak. Tidaaaaaaaaaaakk&#8230;.!!</p>
<p>***</p>
<p>Aku langsung meninggalkan meja kerja, menghambur ke pangkuan Aa yang sedang asik menonton TV, acara panjat pinang dan mengejar bebek berkalung foto Nurdin M Top.</p>
<p>Aku mengalungkan tanganku di leher Aa. Tidak peduli Aa megap-megap keheranan.</p>
<p>&#8220;Kenapa, dik? Ada apa? Kok tiba-tiba lari ke sini? bukannya tadi lagi senyum-senyum di depan laptop?&#8221;</p>
<p>&#8220;Adik, shock!&#8221; kataku menyembunyikan wajah di bahunya.</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Barusan liat foto perempuan jelek item cungkring!&#8221;</p>
<p>&#8220;Foto siapa?&#8221;</p>
<p>Mendengar pertanyaan Aa, aku semakin meraung.</p>
<p>Dengan wajah memelas tak berdaya, aku terpaksa mengaku.</p>
<p>&#8220;Foto adik, A&#8230;&#8221;</p>
<p>Tawa Aa membahana. &#8220;Huaa haaa haaa haaaa haaa&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Setelah berhasil membekap mulut Aa supaya berhenti tertawa. Aku menatap Aa dengan serius.</p>
<p>&#8220;Aa kok mau sih sama Ning yang jelek dan cungkring?&#8221; tanyaku.</p>
<p>Aa menangkupkan kedua telapak tangannya di pipi kiri dan kananku, mehanan wajahku tetap dalam satu garis lurus dalam tatapannya. Aa lalu tersenyum, tangannya bergerak turun dan diam di atas dadaku.</p>
<p>&#8220;Karena aku melihat yang di sini,&#8221; jemarinya berirama mengetuk dadaku. &#8220;Aku melihat hatinya.&#8221;</p>
<p>Bibirku yang tadi merengut kaku perlahan mengembang.</p>
<p>&#8220;Lagi pula, penampilan, fisik dan kemasan hanya sesuatu yang sementara. Bisa dipoles. Kebaikan yang di dalam hati, itu yang lebih abadi.&#8221; Lanjut Aa. &#8220;Buktinya, biar dulu cungkring banyak yang naksir. Apalagi sekarang, Aa musti hati-hati mengawasi nih!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ugh&#8230; gombal!. Tapi&#8230; terimakasih ya A&#8221;</p>
<p>Aku mengetatkan pelukanku, bergelayut di pangkuannya yang nyaman.</p>
<p>***</p>
<p>Cinta adalah kepompong yang memeluk, menjaga dan menyulapmu dari ulat buruk rupa menjadi kupu-kupu yang rupawan.</p>
<p>Seperti cinta dan kasih sayang Aa yang membuatku berkembang dan bersinar, dengan sayap kokoh mampu menjangkau ketinggian yang dulu hanya kulihat dari bawah. Cintanya membuatku percaya diri. Cintanya membuatku gigih berkarya. Cintanya membuatku memesona. Cintanya membuatku menjadi cantik yang sebenarnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1155&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/19/cinta-yang-membuatmu-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/08/butterfly_queen_by_prodigybombay.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Butterfly Queen by ProdigyBombay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Berhenti Sebelum Bahagia Itu Menjadi Nyata.</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/03/tidak-berhenti-sebelum-bahagia-itu-menjadi-nyata/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/03/tidak-berhenti-sebelum-bahagia-itu-menjadi-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 09:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beautiful Days]]></category>
		<category><![CDATA[Inikah cinta?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/03/tidak-berhenti-sebelum-bahagia-itu-menjadi-nyata/</guid>
		<description><![CDATA[Buat sebagian orang kedekatan dengan  mertua atau kedekatan dengan orang tua kekasih mungkin suatu hal yang wajar dan biasa. Tapi buatku, kebahagiaan berupa kedekatan dengan orang tua Aa adalah sesuatu yang harus diperjuangkan bukan dengan upaya sebulan dua bulan, tapi berbilang tahun.
Masih lekat dalam ingatan, aku hanya orang asing di antara keluarga mereka. Benar-benar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1150&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:215px;height:216px;" height="225" alt="Star by Ashwings" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/08/star_by_ashwings.jpg?w=225&#038;h=225" width="225" align="right" />Buat sebagian orang kedekatan dengan  mertua atau kedekatan dengan orang tua kekasih mungkin suatu hal yang wajar dan biasa. Tapi buatku, kebahagiaan berupa kedekatan dengan orang tua Aa adalah sesuatu yang harus diperjuangkan bukan dengan upaya sebulan dua bulan, tapi berbilang tahun.</p>
<p>Masih lekat dalam ingatan, aku hanya orang asing di antara keluarga mereka. Benar-benar asing. Benar-benar berbeda. Berbeda warna kulit, berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda agama. Aku duduk di ruang tamu, membaca majalah entah tahun berapa, sementara Aa dan keluarganya berada di ruang keluarga. Sesekali dengan kikuk dan serba salah, Aa mondar mandir menghampiriku dan kembali masuk ke dalam. Kala itu aku hanya mampu mendekati keponakan Aa yang masih balita, meski awalnya takut-takut, namun cerita dongengku mampu memesonanya.</p>
<p>Aku telah berdoa sejak langkah pertama kali menginjakkan kaki di rumah keluarga Aa, meminta pada Tuhan agar aku diberi kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar mereka, bukan hanya bagian dari Aa, meminta pada Tuhan agar aku diberi kesempatan menunjukkan bahwa bukan hanya Aa yang menjadi fokus kasih sayangku, tetapi juga kedua orang tuanya dan keluarga yang menjadi bagian dirinya sejak jauh hari sebelum mengenalku.</p>
<p><span id="more-1150"></span>
<p>Aku membayangkan, andai dulu aku menyerah&#8230;mungkin aku tidak akan pernah sampai ke titik ini, titik dimana aku bisa mendesahkah ucapan bahagia bisa berjalan hingga lelah seharian mengandeng lengan Ma. Atau duduk berdiskusi seharian dengan buku-buku berserakan sambil belajar komputer dari Pa. Atau membiarkanku memilih dan memesan makan siang mereka. Atau cubit-cubitan dengan Ma yang menggodaku lenganku yang kurang kencang karena jarang berenang. Atau semuanya&#8230;semua hal-hal kecil yang membuatku merasa diterima, membuatku lebur menjadi bagian dari keluarga besarnya.</p>
<p>Ternyata benar, bahagia tidak datang dan jatuh dari langit begitu saja.</p>
<p>Banyak hal yang harus diupayakan. Banyak hal yang harus dipertahankan. Menebusnya dengan berkarung-karung doa dan kesabaran. Dan tidak berhenti, sebelum bahagia itu menjadi nyata.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1150&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/08/03/tidak-berhenti-sebelum-bahagia-itu-menjadi-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/08/star_by_ashwings.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Star by Ashwings</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau Aa Belanja</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/13/kalau-aa-belanja/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/13/kalau-aa-belanja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 02:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beautiful Days]]></category>
		<category><![CDATA[Inikah cinta?]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/13/kalau-aa-belanja/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dik, rokok Aa habis nih. Mau nggak beliin?&#8221;
Aku yang sedang sibuk menyiapkan makan siang hanya menjawab dengan cemberutan. Orang lagi sibuk kok disuruh ini itu. Heran deh, padahal tadi katanya lapar giliran urusan rokok malah lebih takut kehabisan rokok dari pada kelaparan.
&#8220;Aa beli sendiri deh ya.&#8221; kataku sambil mengangkat tangan dengan tampang memelas menunjukkan kerepotanku.
&#8220;Iyaa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1144&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="width:193px;height:273px;" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/07/grocery_store_by_markcrilley.jpg?w=225&#038;h=290" alt="Grocery Store by markcrilley" width="225" height="290" align="left" />&#8220;Dik, rokok Aa habis nih. Mau nggak beliin?&#8221;</p>
<p>Aku yang sedang sibuk menyiapkan makan siang hanya menjawab dengan cemberutan. Orang lagi sibuk kok disuruh ini itu. Heran deh, padahal tadi katanya lapar giliran urusan rokok malah lebih takut kehabisan rokok dari pada kelaparan.</p>
<p>&#8220;Aa beli sendiri deh ya.&#8221; kataku sambil mengangkat tangan dengan tampang memelas menunjukkan kerepotanku.</p>
<p>&#8220;Iyaa dehh&#8230;&#8221;</p>
<p>Wah, tidak kuduga Aa mau. He he he. Biasa lagi wiken begini aa paling malas kemana-mana. Ternyata hanya rokok yang bisa membuat Aa beranjak.</p>
<p>&#8220;Dik, bagi uang dong.&#8221;</p>
<p>Aku mendelik pura-pura marah. Tapi aku beranjak juga mengambilkan uang dari kotak uang belanja.</p>
<p>&#8220;Eh, Aa dibeliin ning jajan nata de coco sedot ya.&#8221; kataku sambil uang tigapuluh ribu ke tangan Aa.</p>
<p>&#8220;Nata de coco sedot?! Apaan tuh dik?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bilang aja begitu sama koko-nya, dia pasti tau. Itu minuman nata de coco. Pilih yang udah dingin ya A.&#8221; Aku menjelaskan titipanku sama Aa. Aku yakin sekali si koko akan langsung mengerti, karena barusan kemarin aku belanja di tokonya.</p>
<p>&#8220;Oke dik. Ada lagi?&#8221;</p>
<p><span id="more-1144"></span></p>
<p>&#8220;Enggak, itu aja.&#8221; aku tersenyum, wong uangnya cuma 30 ribu, buat rokok saja mungkin udah 20 ribuan.</p>
<p>Setelah mengganti kaosnya, Aa langsung keluar. Sementara aku melanjutkan menyiapkan telor ceplok pesanan Aa. Terbayang siang-siang begini tentu segar sekali menyedot minuman nata de coco dingin.</p>
<p>Tidak berapa lama Aa pulang menenteng kantong plastik hitam, telor ceploknya juga sudah matang. Aku tinggal mengiris cabe rawit untuk membuat sambel kecap.</p>
<p>Aa langsung duduk di sebelahku.</p>
<p>&#8220;Dik, nggak ada nata de coconya. Koko-nya juga nggak tau itu minuman apa.&#8221; Aa melaporkan acara belanjanya.</p>
<p>&#8220;Ah, masa sih nggak tau. Wong kemarin si koko yang nawarin Ning.&#8221; Aku mulai membongkar isi kantong plastik Aa.</p>
<p>Ada 2 bungkus rokok.</p>
<p>Sebotol Minute Maid Pulpy Orange</p>
<p>Sekaleng minuman bird&#8217;s nest</p>
<p>dan&#8230;</p>
<p>Aku bengong sesaat.</p>
<p><strong>Santan KARA?</strong> Nggak salah nih?</p>
<p>Dengan serius dan senyum bangga akan kecerdasannya Aa berkata, &#8220;Iya dik, karena nata de coconya nggak ada, ya Aa beliin aja yang itu. Kan sama-sama ada coco nya. Malah yang ini lebih besar lagi gambar coco-nya&#8221;</p>
<p>Gubraaakkzzz!!!</p>
<p>Tawaku meledak!</p>
<p>&#8220;Huaa ha ha haaaaa ha haaaa&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1144&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/13/kalau-aa-belanja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/07/grocery_store_by_markcrilley.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Grocery Store by markcrilley</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biar Lebay Yang Penting Bahagia</title>
		<link>http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/10/biar-lebay-yang-penting-bahagia/</link>
		<comments>http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/10/biar-lebay-yang-penting-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 15:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>morning dew</dc:creator>
				<category><![CDATA[Episode Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Inikah cinta?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/10/biar-lebay-yang-penting-bahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Tadi malam, (malam sesudah aku posting tulisan) Aa mengolokku habis-habisan gara-gara SMS lebay soal acara perempuan-perempuan beringas itu.
&#8220;Kamu lucu, dik&#8221; ia menowel hidungku sementara aku berbaring di sisinya.
&#8220;Pantesan pagi-pagi kamu marah-marah&#8221;
&#8220;Marah-marah gimana?, orang nggak marah kok&#8221;
Aku mengingat kejadian paginya. Rasanya aku nggak marah kok.
&#8220;Apanya nggak marah, pagi-pagi di dapur bunyi kedombrang kedumbreng&#8221;
Keningku mengernyit, berpikir keras.
&#8220;Hehehe, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1142&subd=amorningdew&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img height="183" alt="Hug me by armene" src="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/07/hug_me_by_armene.jpg?w=240&#038;h=183" width="240" align="right" />Tadi malam, (malam sesudah aku posting tulisan) Aa mengolokku habis-habisan gara-gara SMS lebay soal acara perempuan-perempuan beringas itu.</p>
<p>&#8220;Kamu lucu, dik&#8221; ia menowel hidungku sementara aku berbaring di sisinya.</p>
<p>&#8220;Pantesan pagi-pagi kamu marah-marah&#8221;</p>
<p>&#8220;Marah-marah gimana?, orang nggak marah kok&#8221;</p>
<p>Aku mengingat kejadian paginya. Rasanya aku nggak marah kok.</p>
<p>&#8220;Apanya nggak marah, pagi-pagi di dapur bunyi kedombrang kedumbreng&#8221;</p>
<p>Keningku mengernyit, berpikir keras.</p>
<p>&#8220;Hehehe, rasanya sih adik nggak marah A. Cuma mungkin bawah sadar masih nyimpen kekesalan tadi malam. Lagian gimana nggak kesel, Aa ngajak bobo tapi masih nyetel TV kenceng-kenceng, isinya emak-emak berantem pula&#8221; aku mencerocos, kesempatan ini tidak kusia-siakan untuk menumpahkan uneg-unegku.</p>
<p>Aa tertawa. Mengacak-acak rambutku.</p>
<p>&#8220;Trus,&#8221; lanjutku lagi, &#8220;ngeliat adiknya grasa-grusu nggak bisa tidur sambil nutupin kepala pake bantal bukannya kasian, eh malah dibiarin aja megap-megap&#8221;</p>
<p>&#8220;Ha ha ha ha&#8221;</p>
<p><span id="more-1142"></span>
<p>&#8220;Telinga adik beneran sakit tauk, A!&#8221; protesku lagi.</p>
<p>&#8220;Ooaaalahh&#8230; cup-cup-cup, he he he. Coba sini Aa liat, mana nih yang sakit&#8221;</p>
<p>Aku menelengkan kepala menunjukkan telingaku. Padahal sih sakitnya di dalam, mana bisa kelihatan. Mumpung bisa manja-manja he he he.</p>
<p>Aa menyergap telingaku, dengan jahil menciuminya hingga aku menggelinjang kegelian.</p>
<p>&#8220;Auuh, auuh, ampuun!! aku memekik, sambil tertawa berontak dalam pelukan Aa.</p>
<p>Lalu malam menjadi semakin hangat.</p>
<p>Setelah puas bercanda, aku menyusupkan kepalaku dengan nyaman di bawah ketiak Aa dan melingkarkan lenganku di atas perutnya. Aku menarik napas lega. Bahagia sekali rasanya.</p>
<p>Malam ini aku belajar lagi, setiap hal ada tempat dan waktunyanya masing-masing. Kalau kemarin malam aku protes sementara Aa lagi seru-serunya nonton mungkin malah jadi pertengkaran, karena aku dengan frontal menyerang zona kenyamanannya. Pada tempat dan waktu yang tepat protes tidak terasa menyengat, seperti rujak yang enak dimakan siang-siang. Pedes-pedes nikmat.</p>
<p>SMS dengan gaya lebay juga ternyata membantu banget. Ada hal-hal serius yang bisa diungkapkan dengan cara santai. Norak sedikit, yang penting gembira</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/amorningdew.wordpress.com/1142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/amorningdew.wordpress.com/1142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/amorningdew.wordpress.com/1142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/amorningdew.wordpress.com/1142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/amorningdew.wordpress.com/1142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/amorningdew.wordpress.com/1142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/amorningdew.wordpress.com/1142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/amorningdew.wordpress.com/1142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/amorningdew.wordpress.com/1142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/amorningdew.wordpress.com/1142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=amorningdew.wordpress.com&blog=410325&post=1142&subd=amorningdew&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amorningdew.wordpress.com/2009/07/10/biar-lebay-yang-penting-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/64fc7feeed49386354085024fc191db6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">morning dew</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amorningdew.files.wordpress.com/2009/07/hug_me_by_armene.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hug me by armene</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>