Dear, Aa-ku yang sangat kusayangi…
Atas nama cinta, boleh kah aku meminta, jangan lah lagi engkau menonton acara-acara semacam “Masihkah Engkau Mencintaiku” atau “Curhat Anjasmara” itu.
Sungguh aku tidak tahan mendengar caci-maki dan segala umpatan yang menjadi sajian utama tayangan tersebut. Acara itu adalah mimpi buruk bagi malam-malamku.
Hari ini telingaku masih perih, karena semalam menjelang tidur kusumpal kedua telingaku dengan ujung jari agar pekikan memuakkan itu tidak menghalangi kantukku.
Aku mengerti kesenanganmu menonton acara tersebut, acara yang kamu sebut seru bahkan kadang lucu. Entah lucunya dimana. Tapi maafkan aku, karena hingga detik ini tidak bisa sedikitpun menikmatinya.
Sekali lagi, maafkan aku. Yang mencintaimu. Ning
-Send-
***
Kalimat-kalimat diatas benar-benar kukurimkan ke HP Aa, siang ini. Total 6 MS. Kuketik satu-satu demi satu huruf dengan air mata yang hampir menetes.
Inilah puncak kebencianku pada acara tersebut. Acara dimana perempuan-perempuan menjadi semacam binatang aduan, yang tidak punya rasa malu saling mencaci-maki, menghina, saling menghujat dan melecehkan di muka umum.
Katakan aku salah, karena mungkin masih ada sisi baik dari tayangan tersebut. Katakan aku salah, karena tidak menghormati dua orang psikolog perempuan yang menjadi nara sumber atau penengah dalam acara tersebut. Katakan aku salah, karena acara tersebut dipandu oleh presenter sekelas Helmi Yahya. Katakan aku salah, karena itu hanya tayangan hiburan belaka.
Tapi apakah tidak ada cara yang lebih mendidik dan beradab untuk mengajari masyarakat caranya menyelesaikan masalah? Di mana sosok perempuan-perempuan santun mereka sembunyikan? mengapa hanya perempuan-perempuan beringas yang menjijikkan yang muncul ke depan kamera?
Bila kamu masih bersikeras menontonnya, percayalah… Hanya menunggu waktu, tayangan televisi itu akan benar-benar menjadi reality show di rumahmu, atau di rumah tetanggamu, atau di rumah adikmu, atau di rumah adik iparmu, atau di rumah mertuamu.
***
Yang lebih menyakitkan, ketika tadi malam aku kesusahan untuk tidur karena tayangan tersebut, tidak sedikitpun Aa berempati. Ia yang kukenal pengasih, mendadak tidak peduli meski aku mengap-megap dibawah bantal menyumpal jari ke telinga agar suara pertengkaran itu tidak lolos ke pendengaranku.
Berulangkali kuminta mengurangi volumenya, ia tetap bergeming. Dengan alasan, “Lagi seru, dik”.
Aku tidur membawa rasa benci dan kekesalan. Benci pada acara tersebut, kesal pada sikap Aa. Aku bertekat, ini terakhir kalinya aku tersiksa dengan acara tersebut. Kalau Aa masih bersikeras ingin menonton, silakan, mungkin lebih baik aku tidur di kamar belakang agar tidak perlu mengganggu atau terganggu dengan kesenangannya.
***
Harap-harap cemas aku menunggu balasan. Hingga ketika HP ku berbunyi dengan nada pesan masuk, aku cepat-cepat membukanya. SMS dari Aa.
Isinya hanya singkat.
He he he, iya boleh dik.
Alhamdulillah…Terimakasih Tuhan…berarti aku tidak perlu pindah tidur ke kamar belakang.
Dear, Aa-ku yang sangat kusayangi…
Kamis, Juli 9, 2009 at 5:19 pm
haha.. sampe segitunya ning, sukurlah gak jadi pindah ke kamar belakang ya
Kamis, Juli 9, 2009 at 5:23 pm
Sebuah tayangan yang mengumbar aib rumah tangga… yang seharusnya ga jadi konsumsi umum. Asyik emang buat ditonton, tapi lebih banyak mudharat dari pada manfaat. Setuju sama Ning. Mari kita sabotase aja acara2 reality show yang ga mutu itu Ning.
Kamis, Juli 9, 2009 at 5:48 pm
pelm apaan si tu..???
aku mah dah ga mau ntn reality show yang terlalu lebay or sinetron.. aneh banget.. paling nonton komedi kaya paris van java, OKB atau jeng kelin.. atau mending nonton dvd will and grace atau yang lainnya deh.. or pasang musik..
Jumat, Juli 10, 2009 at 7:06 am
walopun singkat, semoga bener2 mengurangi ya mbak
Jumat, Juli 10, 2009 at 2:03 pm
Setuju …
Saya juga sebal melihat acara tersebut …
acaranya penuh caci maki …
Salam saya
Jumat, Juli 10, 2009 at 6:05 pm
Duh, annoying banget, Vi! Sumpah deh! He he he, sementara masih bisa diatasi
Jumat, Juli 10, 2009 at 6:12 pm
@ danaubiru : Udah deal menyabotase 2 acara itu, kalau acara Tukul yaa masih mendingan lah!
@ chubby-gal : Bukan pelem, Chubby… Nggak tau deh apa namanya. Reality show atau talk show, atau beringas show.
Eh, maksudnya Opera Van Java kan? kalau itu mah tontonan favorit sama Aa
kocaaakkk!
@ wahyu am : Bener wahyu, lega deh
@ nh18 : Terimakasih, Pak
yang saya herankan, Helmy kok mau-maunya bawain acara itu. Yah, tapi namanya juga profesi
Sabtu, Juli 11, 2009 at 8:33 am
atas nama cinta, semua jadi happy ending
Sabtu, Juli 11, 2009 at 10:43 am
Iyaaaa, aku juga benci nonton yang begituan Mba Ning! Tapi herannya, kok makin banyak aja ya??! Ck.. Ck.. Ck…
Sabtu, Juli 11, 2009 at 10:48 am
memang tayangan yang tak mendidik…
Senin, Juli 13, 2009 at 10:21 am
@ bodrox : terimaksih, bodrox
@ gendhismanis : Iya, karena makin banyak aja orang yang seperti aa, yang menganggap itu hanya sekedar tayangan.
@ odigusviyan : memang tujuannya sepertinya bukan untuk mendidik, sekedar hiburan dengan racun yang disembunyikan dibaliknya.
Senin, Juli 13, 2009 at 4:00 pm
Memang Ning, tuh acara sebenarnya kayak memberi ‘pelajaran’ buruk lama kelamaan.
Apalagi kl dah keseringan nonton saking penasarannya.
Aku sendiri tidak begitu suka dg reality show yang terlalu di’hiperbol’ itu. Terlalu labay aja menurut aku
Tp entahlah ya kl emang kenyataannya ada orang yang spt itu.
Aib itu sebaiknya di simpan rapat2.
Menurut aku, KARMA itu pasti ada. Kl bukan kita yang mengalami, bisa jadi keturunan2 kita. Jangan smp deh merusak suatu hubungan dg mengumbar2.
Mudah2an Aa ngerti ya Ning, dan kl bisa pas acara itu Ning sama Aa nonton dvd aja biar enak 2-2nya
Selasa, Juli 14, 2009 at 10:22 am
setuju mb ning, sy jg gak suka acara itu. lbh byk kata2 kasar yg membuat emosi jd meledak2.
Rabu, Juli 15, 2009 at 11:51 am
ah, saya juga benci banget sama acara itu, full makian sampe permasalahan jadi kabur, cuma sempat menonton ssatu episode, abis itu kapok. bikin tidur ga enak…
note : udah lama banget ga maen ke sini. hehehe
Kamis, Juli 16, 2009 at 2:58 pm
kok malah jadi pengen liat yak;p..jam brapa sih mbk tayangna,mpe dibahas tuntas di blog kondang *gapake an* mbk sm kak silly ;p
Kamis, Juli 23, 2009 at 9:00 am
pa kabar mbak ning
wahahah.. emang payah tu acara, mungkin maksudnya biar kita tau kalo berantem2 itu ga baik hihihi
sama saya juga males nonton tayangan itu, trus skrg si aa dah ga nonton lagi kah?
Sabtu, Agustus 1, 2009 at 4:20 pm
The (un)reality show… Karena yang ditunjukkan di layar televisi biasanya adalah rekayasa dan manipulasi…(kecuali tayangan berita). Tapi jadi ingat ketika saya terjaga malam2 sendirian, dan ketawa menonton dua acara itu di tv kost-an…, hehehe…”^_^)
Minggu, Agustus 2, 2009 at 12:18 am
kekekkekekke… bener2 benci yah mba?
aku sampe sekarang nggak pernah nonton keduanya loh. nggak suka nonton tv sih. apalagi acara2 sekarang makin nggak mutu. makin males jadinya. pengen nyelaaaaa aja bawaanya. :p
Sabtu, September 5, 2009 at 11:57 pm
Reality show gak mutu.
Opera Van Java is the best.
Setuju?
Minggu, September 20, 2009 at 5:37 pm
kalau opera van java mah yg sll ditunggu2 yaya ma Mas palagi kalau udah gak fokus ceritanya hahahaha