Dear, Aa-ku yang sangat kusayangi…
Atas nama cinta, boleh kah aku meminta, jangan lah lagi engkau menonton acara-acara semacam “Masihkah Engkau Mencintaiku” atau “Curhat Anjasmara” itu.
Sungguh aku tidak tahan mendengar caci-maki dan segala umpatan yang menjadi sajian utama tayangan tersebut. Acara itu adalah mimpi buruk bagi malam-malamku.
Hari ini telingaku masih perih, karena semalam menjelang tidur kusumpal kedua telingaku dengan ujung jari agar pekikan memuakkan itu tidak menghalangi kantukku.
Aku mengerti kesenanganmu menonton acara tersebut, acara yang kamu sebut seru bahkan kadang lucu. Entah lucunya dimana. Tapi maafkan aku, karena hingga detik ini tidak bisa sedikitpun menikmatinya.
Sekali lagi, maafkan aku. Yang mencintaimu. Ning
-Send-
***
Dear, Aa-ku yang sangat kusayangi…