A tale after the Sun by SoLbizaRkAku memang mencintai Aa. Sangat besar malah. Tapi tetap saja cinta sebesar itu tidak membuatku menjadi malaikat sempurna. Aku tetap manusia biasa yang bisa: menyebalkan, ngeselin, keras kepala, bodoh, dungu dan sebagainya.

Aku biasanya cukup pintar dan dengan cepat belajar dari satu permasalahan. Tapi ada juga masalah yang berulang dan berulang lagi (meskipun aku tidak ingin). Dan kenyataanya masalah itu selalu tau kapan waktu yang tepat untuk menghampiriku.

Aku mencintai Aa. Dengan cinta yang besar. Tapi seluruh otak dan kesadaranku tetap takkan bisa terisi penuh olehnya. Aku masih manusia yang memiliki kecintaan pada banyak hal selain Aa.

Aku mencintai Mall, mencintai pasar, mencintai belanja, jalan-jalan, cuci mata, window shoping. Aku mencintai pertunjukan serta keriuhan.

Aku mencintai berteman, bercanda, berdiskusi dan berbagi cerita apa saja. Duduk melingkari meja dengan bergelas-gelas minuman, kopi, teh, sari buah atau apa saja.

Aku mencintai buku, mencintai komputer, mencintai belantara maya.

Saat-saat seperti ini diriku hanya milikku. Seringkali terlupa ada orang lain yang memilikiku. Melupakan Aa. Melupakan seseorang yang memikirkanku, melupakan seseorang yang ingin tau keberadaanku.

Dan terjadilah hal-hal menyebalkan itu.

(lagi…)