Aduh, belum menulis saja mataku sudah berkaca-kaca. Aku sengaja pindah ke kubikel pojok, agar lebih leluasa menulis tanpa terganggu pandangan dan pertanyaan orang-orang yang keheranan.
Pernahkah kamu memiliki impian dan menyadari ada tangan-tangan tulus yang terulur menuntunmu untuk menyongsong mimpi yang menjadi nyata?
Aku mungkin bukan orang yang peruntungannya mudah, semacam orang yang dengan mudah memenangkan lucky draw, atau terbiasa mendapat door prise, atau yang sering memenangkan undian. Hanya dengan menuliskan nama, atau berada pada nomor urutan tertentu atau angka apa yang yang disentuh oleh tangannya membawa keberuntungan.
Tuhan mengajariku bahwa keberuntunganku harus disertai dengan kemauan dan kerja keras beserta doa, Tuhan membuatku meminta dan memohon. Karena itu, kesialan adalah ketika aku mengabaikan peluang, dan keberuntunganku ketika aku mengambil peluang sekecil dan seremeh apapun di mata orang serta darimana pun untuk belajar dan belajar sebagai bagian dari usahaku.
Keberuntunganku adalah keberuntungan seorang petani, yang harus dimulai dari menanam benih, menyiram, merawat, memupuk, menjaga hingga akhirnya aku bisa memanen buah yang manis rasanya. Bukan keberuntungan ala sinetron yang karena sebuah senggolan kecil serta seulas senyum membuat seorang konglomerat kaya jatuh cinta tergila-gila lalu menghadiahi Fruit Market semacam Total lengkap dengan isinya hingga bisa menikmati buah manis apapun kapanpun tanpa memandang musim.
Dan kini, mata yang bertelaga telah meluapkan air mata bahagia penuh rasa syukur.
Bersyukur karena diberi kesempatan, bersyukur bertemu orang-orang yang membuatku beruntung, bersyukur yang tiada henti.
Aku hanya bayi yang ingin tumbuh. Aku hanya punya kemauan dan harapan. Aku hanya bisa merangkak. Tapi Tuhan dan semestaNya mengasihiku. Dia berikan orang-orang yang menyemangatiku, yang menghapus air mataku ketika aku terjatuh dan lututku lecet, orang yang memberikan lengannya untuk kupegang ketika aku ingin mencoba melangkah, orang yang berdiri di kejauhan sambil bertepuk-tepuk dan berkata “ayo, ayo, ayo, kamu bisa, ayo sini, selangkah lagi”, dan orang yang menungguku di kejauhan dan betepuk tangan merayakan langkah pertamaku.
Katakan, akulah perempuan paling beruntung itu.
Rabu, Juni 24, 2009 at 9:35 am
Rabu, Juni 24, 2009 at 12:08 pm
wah..apa kabar gembiranya nih ning?
Rabu, Juni 24, 2009 at 3:43 pm
Good Luck, Ning…
GBU.
Kamis, Juni 25, 2009 at 2:34 pm
selamat ya mbak jika akhirnya usaha yang dirintis telah membuahkan hasil
Selasa, Juni 30, 2009 at 4:28 am
Ayo..ayo..
Terus semangat yawh…..
Terus berjuang…
Salam semangat Bocahbancar……
Selasa, Juni 30, 2009 at 9:44 am
Apa kabar jeng ning…aku kasi award di blog ku