Tidak tau apa alasan yang jelas, aku merasa rasa percaya diriku dalam menulis drop hingga batas serendah matakaki.
Beberapa tulisan mandeg di paragraf ke lima. Beberapa yang lain hanya berakhir di kotak draft, teronggok begitu saja. Hingga jamuran. Tidak percaya tulisan bisa jamuran? Aku percaya.
Sibuk? Siapa yang tidak punya kesibukan. Aku pernah merasakan sibuk tapi api menulis menyala membakar apa saja yang menghalanginya. Dan kini, saat tidak ada “kesibukan yang memaksa untuk menulis”, api itu meredup nyaris padam tanpa oksigen bernama PD.
Banyak membaca. Banyak menulis. Begitu yang seharusnya.
Aku sudah banyak membaca. Tapi coba lihat apa yang kutulis? Seringnya hanya sibuk menulis yang tidak penting.
Yah, aku bisa menyetujui pendapat Dee dan mengakui bahwa kebanyak tulisan di blogku tepat seperti apa yang Dee katakan: “Jujur, pada saat itu pun saya bahkan tak terlalu menyukai blog-blog lokal yang saya temui, yang kebanyakan isinya remeh-temeh, diary-ish, atau dalam istilah saya pribadi: ‘diare kata-kata’. Encer dan nggak penting”
Ah, aku termasuk yang mengalami diare kata-kata itu. Hiks.
Aku butuh oralit, untuk menyembuhkan diare kata-kataku. Ada yang mau ngasi?
Rabu, Juni 10, 2009 at 7:12 pm
jangan frustrasi cm gara2 merasa gak nulis yg penting mba ning.. ntar diare beneran.. yg penting hanyalah mjd mba ning spt biasa, yg mnulis hal2 ringan dlm khdpn, yg bikin org seneng krn membacanya. just a note, sapa blg hal2 ringan itu ngga penting. mba ning, kangen ym an dg mba..
Rabu, Juni 10, 2009 at 8:22 pm
Aduh ning, walaupun blog gua juga menurut orang diare kata2, tapi cuek aja tuh hehe.. ;P
Sabtu, Juni 13, 2009 at 12:39 pm
duh, sepertinya blog Yuli juga termasuk diare kata-kata nih, maklum mbak masih belajar. moga cepet sembuh ya mbak
Rabu, Juni 17, 2009 at 1:35 pm
Saya baru tersasar di blog ini dan langsung jatuh hati dgn isinya.
Walau bkn seorg dokter blog tp menurut saya blog ini bebas dr diare kata2, mbak.
Bahkan seorg Michelangelo jg pnah blg ‘hal remeh membawa kesempurnaan dan kesempurnaan bukanlah hal yg remeh’
Salam kenal.