Aduh, belum menulis saja mataku sudah berkaca-kaca. Aku sengaja pindah ke kubikel pojok, agar lebih leluasa menulis tanpa terganggu pandangan dan pertanyaan orang-orang yang keheranan.
Pernahkah kamu memiliki impian dan menyadari ada tangan-tangan tulus yang terulur menuntunmu untuk menyongsong mimpi yang menjadi nyata?
Aku mungkin bukan orang yang peruntungannya mudah, semacam orang yang dengan mudah memenangkan lucky draw, atau terbiasa mendapat door prise, atau yang sering memenangkan undian. Hanya dengan menuliskan nama, atau berada pada nomor urutan tertentu atau angka apa yang yang disentuh oleh tangannya membawa keberuntungan.
Tuhan mengajariku bahwa keberuntunganku harus disertai dengan kemauan dan kerja keras beserta doa, Tuhan membuatku meminta dan memohon. Karena itu, kesialan adalah ketika aku mengabaikan peluang, dan keberuntunganku ketika aku mengambil peluang sekecil dan seremeh apapun di mata orang serta darimana pun untuk belajar dan belajar sebagai bagian dari usahaku.
