teenage-girl-red ~15361-26ATBagaimanakah cara bangun sahur yang paling nyaman dan menyenangkan?

Buat aku terjaga untuk menjemput berkat pada sahur akan lebih menyenangkan bila bukan karena lengkingan alarm HP, atau telepon dari ibu atau sahabat yang sengaja membangunkan, tapi terjaga dengan kecupan lembut Aa.

Buat Aa yang tidur larut malam, tentu amat sulit untuk bangun pada jam 3, tidur sedang nyenyak-nyenyaknya tuh. Aku juga tidak tega untuk meminta atau Aa ikut bangun menemani sahur. Karena itu juga aku selalu berusaha langsung bangun agar alarmnya tidak perlu berbunyi berulang-ulang dan mengganggu tidur Aa.

Meski begitu, aa pernah mengungkapkan keinginannya untuk bisa mendampingiku saat sahur tiba.

Hanya ada satu cara, Aa berjaga semalaman. Mengisi malam dengan bermain game. Dan tepat jam tiga, saat sinetron Parat Pencari Tuhan dimulai, aa akan membangunkanku.

Membangunkan dengan pelukan.

“Dik, ayo bangun. Sahur dan solat dulu”

Membangunkan dengan belaian di kepala.

“Dik, masih ngatuk ya?, nanti habis sahur bobonya dilanjutin lagi. Sekarang sahur dulu”

Membangunkan dengan kecupan.

“Ayo sahur dik, Aa temenin”

Aa menunduk di sampingku, dengan wajah yang hanya berjarak beberapa senti saja dari wajahku. Menunggu aku terjaga, menunggu aku membuka mata.

Dibangunkan dengan cara seperti itu membuat acara bangunku jauh lebih ringan dan mudah, tidak peduli aku baru tidur pada jam duabelas malam.

Bersama Aa acara sahur menjadi sahur terindah dan ternikmat, meski hanya dengan telur ceplok dan taburan abon sapi.

Saat azan subuh berkumandang, giliran Aa kembali tidur hingga matahari naik tinggi. Karena itu kesempatan ini menjadi kesempatan langka, yang hanya bisa Aa lakukan saat libur kerja.

Kemudian, aku akan melanjutkan menikmati subuh, mendentingkan heningnya dengan terbata mengeja surat cinta-NYA. Hingga terang fajar menggantikan kelam.

Buat orang kebanyakan, menikmati sahur dengan pasangan menjadi satu hal yang biasa, menjadi rutinitas yang tidak berasa. Tapi buatku, ini adalah nikmat terindah yang Tuhan berikan di bulan Ramadhan. Nikmat yang membuatku semakin menyayangi Aa.