Aku tidak pernah berhenti meminta pada Tuhan, agar IA berkenan menjaga kami, aku dan Aa. Menjaga hubungan kami. Menjaga cinta dan kasih sayang yang dianugerahkan pada kami.
Telah banyak cerita terukir. Para teman dan sahabat sekeliling supporter terbaik. Mereka hadir membawa sekaleng pernis berupa doa, mereka memulaskannya lembut dengan harapan yang sama, cerita cinta dan kasih sayang yang telah terukir akan tetap berkilat dan awet hingga anak-cucu.
Lalu, malaikat-malaikat melaksanakan tugasnya. Mengaminkan doa sebelum tiba pada tingkap langit tertinggi.
Hingga pada suatu hari…
Apa Rasanya Menjadi Nenek?
“Dik, dik, Aila sudah melahirkan, banyinya perempuan” Suara aa terdengar tergesa dan begitu bersemangat di telepon.
“Oh ya? Alhamdulillah!” seruku tak kalah gembira. Terakhir kami menjenguk Aila, perutnya sedang besar-besarnya. Bukan hanya perut, pipi lengan dan pahanya juga, pokoknya semua membesar.
“Mba Tatie sudah jadi Oma sekarang, ha ha ha. Udah punya cucu dia.” kata Aa sambil tertawa geli membayangkan mba kesayangannya sudah punya cucu. Padahal umur mereka tidak terpaut begitu jauh. Hanya saja, Mba Tatie menikah di usia yang masih sangat muda.
“Yang punya cucu itu bukan cuma Mba Tatie!, tapi itu cucu Aa juga lho he he he” Aku mengingatkan aa sambil tertawa
“”Eit, jangan adik sok lupa gitu, yeee…!!! sekarang kamu udah jadi nenek! Ha ha ha”
“Ha ha ha”
Tawa kami berderai. Ujung mataku basah oleh tawa bahagia dan haru. Kami tidak pernah tau bagaimana doa itu menjadi nyata. Bahkan sering terlupa bahwa apa yang kami pinta ratusan atau ribuan hari yang lalu kini nyata di depan mata.
Awet sampai anak cucu
Aku tidak pernah menduga di usia segini ini aku akan menyandang gelar Oma. Tahukah kamu rasanya? Hatiku seakan adonan yang semalaman ditaburi ragi, mengembang begitu sempurna.
Jumat, Agustus 29, 2008 at 11:06 am
Kenapa yah…
Tiap baca postingan di blog ini bawaannya iri
Iri sama ke harmonisan keluarga beNing…
Hope my family can be like that too…
Jumat, Agustus 29, 2008 at 11:22 am
hua… seneng tapi kok nangis ya?
Selamat dech Oma Ning n Opa Aa
Jumat, Agustus 29, 2008 at 9:36 pm
Selamat…selamat…ya mbah uti…hehe..
Sabtu, Agustus 30, 2008 at 10:46 am
waa…oma dan opa
Sabtu, Agustus 30, 2008 at 10:50 am
waduh..muda2 udah jadi opa opa..haha
Selasa, September 2, 2008 at 8:44 am
@ mary : kalau ngiri sama yang baik-baik boleh-boleh aja kok Mba
justru sengaja bikin iri he he he supaya bisa dipraktekin di rumah masing-masing.
Semoga keluarga Mary juga diliputi kebahagiaan dan keharmonisan selalu.
@ cahayadihati : nangisnya air mata haru, Ya
Aduuh, masih berasa geli deh dipanggil Oma
@ Vie@Ta : Ha ha ha, Mbah Uti Funky!
@ Sigit : Mau nyusul
?
@ Pucca : Itu artinya awet muda atau gimana ya Vi ? Ha ha ha ha
Kamis, September 4, 2008 at 11:46 am
mary bener..kamu pinter bikin iri
Kamis, September 4, 2008 at 1:03 pm
selamat ya mbaaak, or should i call u Oma?? hehehe
Jumat, September 5, 2008 at 9:14 am
@ yessymuchtar : selain hobbi hadap kiri, belok kiri jangan-jangan bakat terpendam ning juga bikin iri ya? he he he.
@ neng fey : Heh?! ya jangan tho… belum kuat mental punya cucu segede Neng Fey
Sabtu, September 6, 2008 at 8:52 am
Duuh..yang udah jadi Oma.
Selamat y mb ^^