close-up-pair-hands ~57613910Aku benci kamu, malam ini.

“He he he, habis kamu nggak mau”

Bukan aku tidak mau, tapi kamu lihat kan? kantung-kantung nyeri nggondeli langkahku.

“Kamu pasti menyesal tidak datang!”

Jelas! dan karena itu aku benci kamu malam ini. Menyebalkan.

“Ha ha ha, aku suka bisa manas-manasin kamu. Dengar? apa kamu dengar siapa yang berbicara?”

Tidak

“Ahai, lihat, ada Seno Gumira, Budi Darma, Eka Kurniawan, Ratih Kumala, Rieke Diah Pitaloka, Djenar, aduh, Seno itu keren banget! Kamu sih nggak mau ikut”

AKU MAAAU, TAPI KENAPA BARU BILANG HARI INI?!

“Ha ha ha, aku juga baru dapat undangannya tadi, harusnya bisa buat kamu”

Kamu tau kan, aku lagi nggak bisa keluar rumah. Bisa kena jewer telingaku.

“Kamu tau Veven?”

Iya

“Vevev Sp Wardana”

Iya

“Itu ada dia, he he he.”

Aku benci kamu.

“Ha ha ha, kalau kamu datang akan aku kenalkan pada mereka, Kamu pasti suka”

Aku benci kamu malam ini.

“Ha ha ha, tapi kan aku udah telepon kamu. Agar kamu tau di sini sangat menyenangkan”

Sampaikan salamku pada Ratih Kumala, aku jatuh cinta pada cerpennya Sepotong Tangan.

“Ha ha ha, kamu sampaikan aja. Orangnya baik kok.”

Huh.

“Ada Sapardi Joko Darmono, juga lho. Kamu suka kan?”

Huaaaaa. :( (

“Ha ha ha”

“Kapan-kapan kalau ada acara begini lagi, kamu aku ajak. Atau, bagaimana kalau tahun depan? pada Malam Penganugerahan Cerpen Terbaik Kompas 2009, Oke?”

Oke :D , akan aku siapkan pakaian terbaikku sedari sekarang. :D

“He he he, ya udah dulu deh. Aku mau telepon ibu”

Aku benci kamu.

“Ha ha ha”

Bener-bener cinta.

“Ha ha ha”

Muah muah muah

“Muah muah muah”