standing-awe-god ~1769025Percayakah engkau, bahwa cinta adalah magnet yang menarik berkat datang mendekat?

Kemarin sore, usai sembahyang magrib aku menyapa seorang sahabat. Tampaknya ia masih di kantor.

“Belum pulang?” tanyaku singkat.

“Belum, nunggu 3 in 1″ jawabnya.

“Heh?”

Aku menelengkan kepala, mencoba mengingat-ingat suatu hal. Sejak kapan motor Mio kena aturan 3 in 1?

“:)”

Melihat senyumnya, aku yakin satu hal.

“Waah…! Mio-nya ganti mobil?!” seruku. Dia kembali tersenyum.

“Puji Tuhan…, dapat mobil dari kantor.”

“Alhamdulillah…”

“Ning tau nggak, sejak dengan dengan S aku ngerasa ada aja berkat yang bertambah” katanya dengan sumringah.

Aku tersenyum, terbayang raut bahagia sahabatku ini. Menemukan pasangan jiwa, kadang musti menempuh jalan panjang yang terjal berliku, tapi buah manisnya bisa mengobati semua letih.

“Betul itu! cinta itu magnet yang menarik berkat datang mendekat ;) ” kataku sok berfilosopi. Tapi sepertinya memang begitu. Begitu kita menyediakan tempat di hati buat seseorang yang dicintai dengan tulus sepenuh hati, sepertinya Tuhan tidak tinggal diam. DIA menyediakan sarana dan prasarana buat membahagiakan orang yang dicintai, menambahkan berkat, rejeki dll.

“Betul, Ning” lanjutnya. “Aku juga merasa lebih bersemangat”.

Oh, lihatlah, betapa cinta dan kehadiran seseorang yang melengkapi jiwa, bisa membangkitkan gairah hidup. Membuat mata lebih tajam dan bersinar memandang masa depan. Pikiran lebih cemerlang, prestasi kerja meningkat.

“Setiap orang yang hadir dalam hidup kita, membawa berkat sendiri. Mungkin itu sebab lahirnya ungkapan banyak anak banyak rejeki”. Tapi tentu bukan anak yang hadir karena alasan biologis semata.

Dia mengangguk-angguk setuju, dan sesaat kemudian kami ngikik nggak penting ketika kutimpali dengan wanti-wanti, “Yang jelas bukan banyak pacar banyak rejeki, atau banyak istri banyak rejeki lho ya…”

***

Aku dan Aa sangat suka mengingat-ingat dan menghitung-hitung berkat yang Tuhan beri, itu membuat kami merasa disayangi. Berkat itu semakin dihitung semakin tidak cukup bilangan untuk menghitungnya. Seperti yang pernah dituliskan oleh Mba Sill, Count Your Blessing, membuat diri tidak sempat mengeluh berpanjang lebar.

Seperti kehadiran Aa yang merupakan anugerah dalah hidupku, seperti itu juga aku merupakan berkat dalam hidup Aa.

Awal kami bertemu, Aa hanya seorang biker dengan motor butut 2-tak yang raungan knalpotnya ngalah-ngalahin bajai disertai semburan asap bagai cumi-cumi menyemprotkan tinta hitamnya. Kencan kami adalah berpelukan di atas si kuda besi, menerobos mobil-mobil mewah sambil diam-diam menyentuhnya saat berhenti sejenak di lampu merah. Kami tak iri pada mereka dipelukan kabin, tapi dengan keyakinan yang sama aku dan Aa berbisik lirih pada Tuhan, semoga suatu saat kami bisa menikmati perjalanan yang lebih nyaman.

Aa berdoa lebih keras lagi dengan mata yang basah, ketika ia harus menghentikan motor di pinggir trotoar saat aku mengerang kesakitan karena selangkanganku dihajar jok motor yang sudah aus suspensinya.

Dan Tuhan memeluk doa-doa kami. Dalam tahun pertama melewati masa adaptasi berkeluarga, Tuhan memberikan rewardNYA. Setahun itu aa dua kali Aa mendapatkan kenaikan salary yang cukup signifikan dan Tuhan sendiri yang membukakan jalan untuk bisa memiliki kendaraan yang lebih nyaman.

Awal kami bertemu, aku sudah memiliki karir pekerjaan yang cukup baik dan menurut pandangan banyak orang itu pekerjaan yang “cool dan keren”. Kutinggalkan pekerjaan itu untuk mendampingi Aa dengan keyakinan Tuhan pasti akan menggantinya. Dan janji Tuhan selalu tepat, reward yang kuterima adalah pekerjaan yang lebih baik dan salary jauh lebih besar.

Hari-hari terus dijalani dengan suka cita. Tangis dan tawa silih berganti namun tidak pernah membuat ucap syukur berhenti. Ujian dan cobaan mendera bergantian, tetapi tetap dalam keyakinan uluran tangan Tuhan selalu siap sedia menyelamatkan.

Terimakasih Tuhan, dengan cinta yang besar, di tahun pertama kendaraan yang nyaman telah kami miliki

Terimakasih Tuhan, dengan cinta kami yang semakin besar, tahun kedua kebutuhan rumah tangga yang tercukupi dan penerimaan yang tulus dari keluarga aa

Terimakasih Tuhan, dengan cinta yang kian besar dan meluas tahun ketiga kami terus menabung untuk cita-cita, karir yang semakin baik, sandang pangan tercukupi, kebutuhan bathin akan hiburan terpenuhi, penerimaan yang tulus dari keluargaku terhadap aa semakin nyata.

Terimakasih Tuhan, dengan cinta yang semakin ruah dan luber ke sekeliling kami, tahun keempat cita-cita memiliki hunian tercapai, karir Aa yang semakin baik, pekerjaanku lancar, emosi yang semakin tertata, kesehatan yang membaik, limpahan kasih sayang dan perhatian dari keluarga serta kemudahan dalam banyak hal.

Ah, Tuhan memang keren!

“Semakin banyak
Kita bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Kita miliki,
maka semakin banyak hal yang AKAN Kita MILIKI UNTUK DISYUKURI.”

The Law of Attraction – Michael J Losier