woman-covering-man ~ks75996Kamar telah rapi kutata. Embusan AC membuat kamar tidur semakin segar. Meja kerja Aa di sisi kanan ruangan telah kutata rapi. Sebenarnya kini kurang tepat untuk disebut sebagai meja kerja, karena lebih sering berfungsi sebagai meja bermain, waktu aa dihabiskan di depan meja itu untuk memainkan game komputer.

Aku teringat sesuatu.

Aku berbalik meraih tas kerjaku, membuka resleting bagian dalam dan mengeluarkan sebuah amplop. Dari dalam amplop itu kutarik sebuah voucer, kuletakkan di antara tuts-tuts keyboard bersandar manis ke permukaan monitor.

Kulipat tangan di dada, tersenyum memandang puas hasil pekerjaanku. Hm, ini akan jadi kejutan yang manis buat Aa. Masih beberapa jam sebelum aa tiba di rumah. Kuraih sebuah novel yang berjejer di samping rak audio, mencari posisi nyaman untuk menuntaskan novel sambil menunggu aa pulang.

***

“Taaa….daaaaa!” aku berseru riang, senyum sudah kupasang selebar empang, lengan kiri berkacak pinggang dan lengan kanan terhulur menunjuk ke arah monitor.

Gaya sempurna untuk menampilkan sebuah kejutan.

“Wow, apa ini dik?” tanya aa dengan senyum berbinar terang, menatap benda yang kupajang di depan komputernya.

“Ini voucer menginap kita wiken nanti. Kamar yang menghadap laut lepas, naungan pohon-pohon kelapa dan halaman yang ditutupi rumput hijau.” gayaku sekarang lebih mirip sales yang mempromosikan barang dagangannya untuk membuat target tergoda.

“Waaah, asiiik…” tangan aa hendak meraih voucer tersebut.

“Eits, tidak boleh di pegang!” sergahku setengah mengancam dengan mimik seserius mungkin. “Voucer ini akan tetap di sini hingga saat kita berangkat!”

“Lho, kenapa dik?” Senyum aa langsung hilang ditelan kening yang berkerut.

“Sekarang kan masih hari selasa A, masih ada 3 hari lagi sebelum kita berangkat” Kuacungkan tiga jari sambil menahan geli menatap wajah aa yang mendadak serius memperhatikan orasiku. “Dalam tiga hari ini, kalau Aa bete teringat masalah di kantor, Aa lihat saja voucer ini, dan aa bayangkan liburan wiken yang menyenangkan, Oke?” Aku mengerling riang.

Wajah Aa seketika berubah cerah

“Ha ha ha, ah kamu dik. Ada-ada aja nih. Kirain apaan.” Kedua lengannya terbentang lebar menarik tubuhku ke dalam pelukannya.

“Terimakasih, Say… udah menyiapkannya buat kita…”

“Iya, sama-sama A. Mudah-mudahan bisa bikin Aa lebih seger, sejenak melepaskan diri dari hiruk-pikuk kota Jakarta dan urusan pekerjaan.”

“Mmmuah… I Love You!”

Ah… kecupan, ucapan terimakasih, ucapan cinta memang obat yang mujarab menghilangkan rasa lelah. Semua keribetan hari ini demi mencari hotel yang nyaman terbayar sudah.

“I Love You, too”

Aa sudah duduk kembali di hadapan komputernya, sesekali aku mencuri pandang mendapati ia tersenyum sendiri menantap voucer yang terpajang manis di hadapannya.

Kepuasan dan bahagia juga menjalari hatiku. Ternyata tidak sulit membuat hal yang biasa menjadi luar biasa. Sebenarnya rencana ini sudah dibicarakan sejak minggu yang lalu, aa sudah tau kalau seperti biasa aku akan menyiapkan segala sesuatunya termasuk menyiapkan akomodasi.

Hanya kali ini aku memberikan sentuhan lain, membuat hal ini seolah sebagai sebuah kejutan, merayakan hal-hal kecil sebagai sebuah kegembiraan besar.

Tentu akan lain rasanya bila voucer hotel itu hanya kusodorkan begitu saja pada Aa. Nggak ada geregetnya. Kalau dengan cara begini kan “Lebih Punya Taste!” ha ha ha…