Aku menemukan tulisan yang “segar” di majalah Intisasi terbaru (Mei 2008). Judulnya aja udah lucu ” Sayang, Boleh Aku Lihat Milikmu?”. Artikel ini ditulis oleh Djulianto Susantio, seorang pemerhati Fisiognomi (meramal watak dan peruntungan lewat bentuk wajah dan tubuh).
Halah, cuma ramalan doang!, mungkin ada yang bilang begitu. Aku termasuk yang percaya nggak percaya soal ramalan meramal, tapi yang ramalan yang satu ini jelas unik. Betapa tidak, ternyata analisis bentuk pusar alias puser tak kalah jitu lho dengan analisis atau ramalan garis tangan. Wow!
Tidak hanya ramalan puser perempuan yang dibahas, bentuk payudara, bentuk bokong, cara jalan, bentuk wajah, bahkan tahi lalat di puting juga menyimpan informasi berharga tentang watak seorang perempuan.
“Haree genee… ngeramal lewat bentuk payudara? emang elo belom tau kalo payudara sekarang pada disuntik silikon?, operasi plastik? “
Ha ha ha, iya juga ya!
Tapi belum ada kan yang operasi puser?
Baiklah, boleh percaya boleh tidak.
Menurut kepercayaan Tiongkok :
-
Wanita yang baik harus mempunyai pusar yang dalam dan lebar
-
Pusar dalam mendakan tubuh yang kuat
-
Pusar lebar menandakan pikiran yang tajam
-
Pusar yang bagus menghadap ke atas menandakan berbudi pekerti yang luas, berharapan besar dan berkemauan tinggi
-
Pusar kecil dan hampir rata dengan perut dipercaya memiliki pikiran yang pendek, tidak tahan kerja berat, otaknya kurang cemerlang dan hidupnya penuh rintangan.
-
Pusar agak menonjol keluar jarang mendapatkan kedudukan yang baik.
-
Pusar yang agak mencong dianggap suka dengan percintaan dan suka melamun.
-
Pusar yang ditumbuhi rambut dianggap suka bergaul dengan pria dan pandai merayu
Menurut kepercayaan Suriah
-
Pusar agak rata dan hampir sama dengan perut mengindikasikan wanita yang gampang di beri pengertian
-
Pusar dalam tanda memiliki ingatan tajam
-
Pusar keluar berarti suka dengan percintaan meski ia tetap bisa menjadi ibu yang baik. (halah, emang yang suka dengan percintaan nggak bisa jadi ibu yang baik??)
Menurut kepercayaan India (dalam kitab-kitab kuno zaman Hindu)
-
Pusar yang menyebar dan lipatan daging di dalamnya berputar searah jarum jam pertanda baik dan menguntungkan. Dia akan hidup bahagia dan sejahtera
-
Pusar yang lipatan dagingnya berputar sebaliknya, pusar tidak dalam, dan mata pusar kelihatan berarti tanda ketidakberuntungan.
Menurut fisiognomi barat :
-
Pusar besar dan bulat, pertanda murah hati dan kaya.
-
Pusar dalam dan tebal akan mendapat kedudukan yang bagus
-
Pusar yang kecil dan tidak datar pertanda miskin serta moral yang kurang bagus
-
Pusar agak menaik di sisi kanan akan mendapatkan kehidupan yang menyenangkan.
Yang jelas, artikel ini asik banget kalau dibaca bersama pasangan. Aku dan Aa membaca artikel ini di atas bed, sambil cekikikan sambil bolak balik memeriksa yang ada di balik kaos Hua ha haha…
“Dik, puser kamu dalam lho, dan errr…untung tahi lalat kamu letaknnya nggak di puting. Eh, payudara yang berbentuk mangga itu yang bagaimana, ya dik? kok wataknya jelek banget?”
Ha ha ha… Penasaran kan?
Nah, kalau mau baca selengkapnya silakan beli Intisari
kalau moodku lagi baik, ntar aku tulisin deh penjabaran fisiognomi yang lainnya.
sumber : Majalah Intisari Edisi Mei 2008, Hal 126-132
Kamis, Mei 8, 2008 at 10:12 am
hyahahaha….ntar beli intisari aaahhh….
Kamis, Mei 8, 2008 at 11:05 am
@ Simbok Venus :
) iya mbok, aku juga mau nyaranin mbak silly buat beli. Kayanya dia suka deh yang beginian
Kamis, Mei 8, 2008 at 11:20 am
hehe lucu…
Kamis, Mei 8, 2008 at 7:55 pm
Wahhhhh… aku mo beliii, nanti aku mo posting ahhh, wakakakakakakakkaka
aku dari pagi udah buka blog ini tapi lupa mo komentar, secara, buru2 pergi mo ada urusan, sekalian beli intisari…
Ehh, gak tahunya pulang2 lupa. Ya sudah besok aja deh. tapi asli gue ngakak2 bacanya. Sumpah..
Misuaku, pusernya dalam dan lebar… sehingga aku sring banget merasakan kenikmatan tersendiri ketika tidur dengan menyempilkan jari telunjukku ke pusernya… rasanya angettttttttt banget…
Walaupun aginya ujung jari telunjuk gue suka bau asem, hahahahahahaha…
udah ahhh, pokoknya habis beli intisarinya gue posting ttg topik ini.
Makasih ya ning referensinya… VERY nice post!!!
Kamis, Mei 8, 2008 at 7:56 pm
btw, puser saya dalem, tapi gak lebar…
Jumat, Mei 9, 2008 at 1:57 am
@ chubby-gal :
, eh ya sori lho chubby, temen aku yang katanya bisa itung-itung angka kelahiran itu malah nggak-dateng
@ Silly : Saat posting tulisan ini yang keinget tuh mba Silly, yang kayanya demen ama analisis lucu-lucuan begini
Ha ha ha, udah tau puser bau asem, masih juga dicium
*tapi nikmatnya disitu ya mba* huaaa haa ha ha.
Untung pusarnya ngga lebar mba, kalo lebar ntar dikira kobokan
Jumat, Mei 9, 2008 at 4:35 am
Kalau ga punya puser gimana hayo wakakak2
Jumat, Mei 9, 2008 at 4:50 am
@ Amanjaelani : Emang ada yang nggak punya ?
rugi atuh! cantik-cantik nggak punya puser
Jumat, Mei 9, 2008 at 7:59 am
Kalo dulu puserku dalam dan lebar, tapi sekarang sempit krn ketutupan lemak.
Kira-kira artinya juga berubah ga ya?
Jumat, Mei 9, 2008 at 8:07 am
Ohh gitu ya… Ntar kalo nyari calon istri yg pertama saya liat pusernya dulu ah….
Jumat, Mei 9, 2008 at 8:36 am
Waduh ning…aku punya tahi lalat loh di puting. Hihihi…
Jumat, Mei 9, 2008 at 1:58 pm
haha..aku juga sambil baca sambil liat2 puserku.
padahal pintu rumah lagi kebuka, ada yang ngeliat gak ya? haha
untung puserku dalam, puser gak dalam kayanya kurang bagus tuh ramalannya di berbagai negara hihi
Jumat, Mei 9, 2008 at 3:49 pm
Temen saya dulu suka nakut-nakutin kalo puser diubek-ubek, bisa copot! Secara masih kecil, sukanya garuk puser, denger gituan dua hari nangis ga berenti-berenti… Itu artinya apa ya?
Minggu, Mei 11, 2008 at 5:18 am
lha kalok udele bodong piye?
hahahahaha
Rabu, Mei 14, 2008 at 3:55 am
@ Kul : yang penting harus hati-hati Kul, nanti alasan lihat puser calon istri malah merembet lihat ke bawah. Bahaya ituh!
@ Ocha : Sebelah mana, jeung?
@ Pucca : Kalau terlalu dalam juga bahaya, bisa-bisa dikira sundel bolong
@ ManusiaSuper : ha ha ha, itu artinya kamu masih kecil
kalau udah gede masih percaya itu baru dipertanyakan artinya hi hi hi.
@ abee : Udel bodong tandanya seksi
Senin, Juni 2, 2008 at 7:16 am
puserku ada dua…:( gimana nih
Senin, Juni 2, 2008 at 7:22 am
@ anakbangsa69 : Itu tanda kiamat nomor seratus tigapuluh dua
Jumat, September 5, 2008 at 10:40 am
puserku ngak begitu jelas terlihat>>
gemana neh
Jumat, September 5, 2008 at 10:57 am
@ Raissa anggraini : Wah, harus pake kaca pembesar tuh buat ngeliatnya, Raissa
Rabu, September 16, 2009 at 12:26 pm
Waktu dulu gw suka ngompol pas puser gw dikasih capung bwt gigit puser gw samp sekarang gw dah ga ngompol” lg…
pas di gigit geli” enak loh..
Heee jd malu..