Sepanjang jalan dari ciwideuy menuju Situ Patenggan terdapat beberapa pemandian air panas. Ada yang dikelola oleh penginapan. Ada juga yang khusus untuk kolam pemandian air panas. Ada 2 tempat yang bisa jadi pilihan.

Pertama, kolam renang air panas hangat Walini. Letaknya ditengah perkebunan teh. Kolam renang ini dikelola oleh perkebunan teh walini. Tiket masuk per orang Rp. 6500, dan tiap orang akan mendapatkan satu sachet Teh Celup Walini.

Disini ada 3 kolam utama. 2 Kolam anak dan 1 kolam dewasa. Setelah mencelupkan tangan kekolam, hm..rasanya tidak begitu hangat. Aku justru curiga, jangan-jangan kolamnya hangat karena kebanyakan orang yang nyemplung disana dan lalu titik..titik..( You know lah, aku aja suka curi-curi  pipis di kolam renang. Dengan catatan : segera berpindah lokasi setelah hasrat terpuaskan. Hihihi).

Dipinggir kolam terdapat beberapa pondok bambu yang dialasi tikar plastik. Sewanya Rp 20.000,-. Setelah menaruh barang, aku bergegas ke ruang ganti pakaian, untuk salin baju renang. Tapi begitu aku kembali ke pondok, aa malah nyuruh pakai baju lagi. “Kita pindah ke Cimangu aja dik, air nya lebih panas, lebih bersih dan lebih sepi”. Dengan sedikit cemberut, aku menuruti aa. Rugi aja udah bayar, belum sempet apa-apa udah ditinggalka. :( . Kami meninggalkan Walini, menuju Cimangu.

Pemandian air panas Cimangu, tidak jauh dari lereng gunung menuju kawah putih. Asumsi aku mungkin air panas ini bersumber dari daerah kawah putih. Karena saat menuju Kawah Putih aku sempat membaca “Geothermal Area”.

Sebenarnya terdapat 3 kolam pemandian air panas, tapi hanya 1 yang diisi. Sisanya, dibiarkan kosong melompong. Dipnggiran kolam terdapat kamar mandi bilas, juga ada bak mandi di kamar tertutup, yang bisa dinikmati dengan membayar Rp. 6.500. Oh iya, masuk Cimangu ini juga cukup dengan Rp  6.500.

Untuk menaruh barang bawaan, disisi kolam, dibawah rimbunnya pepohonan yang tinggi, terdapat tenda-tenda plastik. Bentuknya seperti tenda pramuka. Biaya sewanya Rp 20.000,-. Karena dari walini aku sudah mengenakan pakaian renang, aku tinggal plorotin pakaian luarnya. Dan langsung menuju kolam.

“Gilaaa..ini sih bukan kolam renang A, ini kolam rebus!!” itu teriakanku saat mencelupkan tangan ke kolam. Panas banget! Tapi kok ya banyak orang yang sudah nyebur, bahkan anak kecil juga dengan riangnya bermain bebek-bebekan plastik.  Mungkin harus adaptasi. Satu kolam ini dipakai beramai-ramai. Kolam anak, ibu-ibu, anak muda dan bapak-bapak. Tinggal memilih posisi yang diinginkan.
Seorang bapak yang sudah terlebih dahulu masuk kolam ngasi tips menikmati kolam. “Julurkan kaki ke kolam, terlebih dahulu. Kalau belum kuat angkat kembali. Lakukan berulang sampai terasa panasnya berkurang. Lalu, segera setelah kaki beradaptasi dengan panas, langsung masuk kekolam yang ter-cetek. Percikkan air ke badan, lalu Hup!! Ceburkan seluruh badan!”. Ajaib!! tak perlu waktu lama, aku sudah bisa menikmati kolam air panas ini. Rasanya : Luar Biasa!!

Tak lama kemudian aa juga berhasil masuk kolam. Kami memilih kolam yang tidak terlalu dalam dan tidak terlalu cetek. Dengan modal Rp 3.000,- bisa meminjam ban sebagai pelengkap. Aku memasukkan bokong ke lingkaran tengah ban, badan agak terlentang. Lalu mengambang tenang. wuiihh rasanya nikmat sekali. Sekujur tubuh serasa dipijat. Hangat dan melenakan. Rasanya seperti ingin tidur.

Aku dan aa juga pijat-pijatan di kolam. Kupijat kakinya, mulai dari telapak, tumit sampai betis. Terang aja matanya merem melek. Selesai memijat kaki, aku beralih kepundak, sambil aa berendam di kolam. Hmm..

Entah sudah berapa lama berendam, semakin lama aku rasa badanku semakin lemas. Konsentrasiku berkurang. Mataku berat. Aa juga merasakan hal yang sama. Hanya saja dia lebih kuat. Akhirnya kami putuskan untuk keluar dari kolam. Aku bahkan tidak bisa langsung berjalan. Aku telentang dipinggiran kolam. Membiarkan jeda waktu jantungku berdetak normal.

Setelah rasa hangat dibadan berkurang aku dan aa menuju kamar mandi untuk bilas. Dari pintu yang terbuka, kulihat kamar mandinya bersih dengan air jernih mengalir, melimpah. Tidak ada kran. Air akan terus mengalir. Ketika kutanyakan pada si bapak penjaga, katanya ini air dari mata air di lereng gunung. Oh..pasti segar.

“Gilaaa..ini sih bukan air dingin A, ini air es!!” Teriakku lagi. Airnya benar-benar dingin. Mungkin karena aku baru keluar dari kolam air panas. Aku ragu untuk mandi, tapi melihat aa mengguyur badannya dengan nikmat sambil “brrrr..bbbrrrr…brrr”.  Aku tertarik.

Benar saja, rasanya lebih dahsyat. Kurasa setiap guyuran, pori-poriku merapat. Kulit seperti menebal. AirSedinginEs ini sangat segar! Badanku yang tadi lemas, dan mata yang terasa berat langsung pulih seketika. Aa juga begitu. Kalau aa buru-buru menyelesaikan mandinya, aku justru betah berlama-lama. Air dari pipa masih mengucur deras. Gayung demi gayung kusiramkan ke seluruh tubuh. Aku baru berhenti setelah Aa sedikit memaksa untuk segera selesai dan pakai handuk. Katanya supaya gak masuk angin.

Setelah membayar Rp 1.000,- per orang, aku dan aa menuju tenda. Kami memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar kolam sambil menikmati secangkir nescafe. Menanjak sedikit di belakang kolam pemandian, terdapat bak penampungan air panas yang dialirkan dari gunung melalui pipa-pipa. Bak itu di pagari dengan besi. Aku dan aa berdiri 2 meter dari pinggir bak yang sedikit terbuka. Suara gemuruh terdengar dengan asap uap panas yang menggulung naik keatas.

Setelah puas berkeliling, kami kembali ke mobil. Bergerak menuju hotel. Entah jam berapa, tapi hari beranjak gelap. Sepertinya, malam ini akan tidur nyenyak…